Pesona

Mekepung Tradisi Jembrana yang Harus Dijaga Kelestariannya

mekepung2.jpg

Bull Race, jika kita mendengar istilah itu, pasti pikiran kita langsung tertuju ke Madura. Namun di Bali, tradisi seperti ini juga terdapat di Kota Jembrana Bali. Namun yang digunakan disini adalah kerbau bukan sapi. Makepung yang dalam bahasa Indonesia berarti berkejar-kejaran, adalah tradisi berupa lomba pacu kerbau yang telah lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani yang dilakukan di sela-sela kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah gerobak dan dikendalikan oleh seorang joki.
Makin lama, kegiatan yang semula iseng itu pun berkembang dan makin diminati banyak kalangan. Kini, Makepung telah menjadi salah satu atraksi budaya yang paling menarik dan banyak ditonton oleh wisatawan termasuk para turis asing. Tak hanya itu, lomba pacu kerbau inipun telah menjadi agenda tahunan wisata di Bali dan dikelola secara profesional.
Sekarang ini, Makepung tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja. Para pegawai dan pengusaha dari kota pun banyak yang menjadi peserta maupun supporter.
Apalagi, dalam sebuah pertarungan besar, Gubernur Cup misalnya, peserta makepung yang hadir bisa mencapai sekitar 300 pasang kerbau atau bahkan lebih. Suasana pun menjadi sangat meriah dengan hadirnya para pemusik jegog (gamelan khas Bali yang terbuat dari bambu) untuk menyemarakkan suasana lomba.

Diselenggarakan pada hari Minggu pada bulan Juli sampai Oktober setiap tahunnya di Perancak, Negara, Bali. Kerbau jantan dimandikan, dipasangi aksesoris, dan sapi itu dikendalikan secara berpasangan oleh seorang joki untuk diadu kecepatannya dengan pasangan kerbau yang lain. Jika Anda ingin ke daerah Negara, perlu waktu tempuh sekitar 3 jam dari Kuta. Memang Makepung ini belum menjadi daya tarik wisata utama dari Bali, tetapi bisa Anda jadikan salah satu pilihan jika melancong ke sana.
Lomba balap kerbau Makepung ini diadakan diantara dua kelompok, jadi bukan perorangan pesertanya. Masing-masing kelompok terdiri dari sepuluh hingga dua puluh pasangan kerbau yang akan saling berlomba. Dua pasang kerbau dari dua kelompok yang berlomba akan beradu cepat dalam lintasan adu pacu sepanjang kurang lebih 3 kilometer.
Dalam makepung, tata caranya sedikit berbeda dengan pacuan lainnya. Start tidak dilakukan dalam satu garis, melainkan berbeda jarak, misalnya 10 kilometer. Penentuan pemenangnya pun juga berbeda. Jika peserta yang start di depan mampu memperjauh jarak ketika finish, dialah yang menang. Tetapi jika peserta yang start di belakang mampu memperpendek jarak maka dialah yang menang.
Kerbau dihalau oleh sang joki dengan menggunakan pemukul yang terbuat dari rotan yang ujungnya terdapat sebuah paku tajam. Untuk memenangkan pertarungan, tak jarang pantat kerbau sampai terluka banyak karena pukulan paku dari sang joki tersebut. Hampir setiap dua minggu sekali diadakan Makepung. Kabupaten Jembrana, tempat diadakannya balapan kerbau Makepung ini disebut sebagai Bumi Makepung.

Asal usul Makepung

Petani di daerah Jembrana terbisa memacu pedati yang ditarik dengan kerbaunya menuju sawah untuk mengambil hasil panen padinya. Saat saat gembira memacu pedati yang ringan karena masih kosong itulah yang menjadi cikal bakal adanya tradisi Makepung, lomba balap kerbau di Jembrana.
Berhubung sapi adalah hewan yang disucikan oleh masyarakat Hindu Bali, maka mereka memilih menggunakan kerbau sebagai hewan pekerja dan tunggangan. Tradisi makepung ini sangat populer di Jembaran, di bagian barat Pulau Bali, namun tidak terkenal di daerah lainnya di Pulau Dewata ini.
Ketika mulai dilombakan pada tahun 1970-an, aturan dan kelengkapan dalam makepung ikut mengalami beberapa perubahan. Misalnya, kerbau yang tadinya hanya seekor, sekarang menjadi sepasang. Kemudian, cikar atau gerobak untuk joki yang dulunya berukuran besar, kini diganti dengan yang lebih kecil.
Selain itu, kerbau peserta makepung sekarang juga lebih ‘modis’ dengan adanya berbagai macam hiasan berupa mahkota yang dipasang di kepala kerbau dan bendera hijau atau merah di masing-masing cikar. Sementara, arena Makepung berupa track tanah berbentuk U sepanjang 1-2 km.

Prosesi Makepung

Sehari sebelum diadakannya Makepung, para peserta dari berbagai daerah di desa-desa yang tersebar di jembara, datang menuju alun-alun dengan menuntun kerbau atau menggunakan mobil truk untuk mengangkutnya. Kerbau terbaik telah disiapkan, dengan diberi makanan dan minuman terbaik yang berfungsi meningkatkan stamina kerbau. Di arena balap, suasana sangat ramai dengan straksi musik jegong, gamelan khas Bali, dan orang-orang yang berjualan.
Pagi harinya, kerbau didandani dengan aksesoris yang berwarna warni, dan pemilik kerbau memasang sesajen (banten) di tempat-tempat tertentu seperti di garis start, finish dan beberapa tikungan yang nantinya akan dilewati. Siang harinya, dimulailah lomba yang biasanya diikuti hampir 300an pasang kerbau peserta.
Untuk berlomba mencapai garis finish lebih cepat agar bisa tampil sebagai pemenang, Joki tidak segan-segan memukul sang kerbau dengan kayu diisi paku tajam. Akibat pukulan yang bertubi-tubi dari sang joki, kerbau-kerbau ini mengalami luka lecet pada punggung mereka. Darah pun banyak menetes di sepanjang lintasan perlombaan itu. Namun menurut si pemilik kerbau, luka-luka ini bisa cepat disembuhkan dengan obat tertentu. Salah satunya dengan kerikan batang pohon pisang muda yang masih segar. Getah dari pohon pisang ini diyakini dapat lebih cepat menyembuhkan luka-luka itu.
Ketika ditanya apakah hal itu termasuk kekerasan dan penyiksaan binatang? Mereka mengatakan bahwa ini merupakan suatu tradisi yang mesti dilestarikan. Terlepas dari semua itu, event ini memang tidak seharusnya ditonton oleh anak-anak atau penyayang binatang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s