Uncategorized

SEJARAH PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI

ubud-jaman-dulu.jpg

Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Denpasar. Bali juga merupakan nama dari pulau utama di wilayah ini.
Di awal kemerdekaan Indonesia, pulau ini termasuk dalam Provinsi Sunda Kecil yang beribukota di Singaraja, dan kini terbagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.
Secara geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

sangeh-jaman-dulu.jpg

Sejarah Perkembangan Pariwisata Bali

Mulai dikenalnya pulau Bali oleh orang barat, menceritakan cerita sejarah yang panjang, sejarah ini pula yang berpengaruh akan perkembangan pariwisata Bali. Hal utama yang membuat pulau Bali terkenal akan pariwisatanya, pastinya bukan karena pantai, pengunungan dan pesona alam yang lain. Melainkan pariwisata Bali berkembang karena nilai estitika, seni budaya berdasar agama Hindu dan sifat fleksebilitas serta toleransi orang Bali. Mari kita simak perkembangan pariwisata Bali dari jaman ke jaman.

Kedatangan Belanda

Sejarah perkembangan pariwisata Bali dapat ditelusuri, semenjak kedatangan pelaut Belanda di pulau Bali pada tahun 1957. Kapten kapal dari pelaut Belada yang bernama Cornelius Houtman. Tahun inilah orang Bali pertama kali melakukan kontak dengan orang Eropa.
Ketika Cornelius Houtman ingin meninggalkan pulau Bali, banyak dari krew kapal yang tidak ingin meningalkan pulau Bali. Mereka sangat tertarik dan terpesona akan kemakmuran dan seni budaya orang Bali. Ketika Belanda kembali lagi ke Bali beberapa tahun selanjutnya, Belanda tidak lagi tertarik akan seni dan budaya yang dimiliki oleh orang Bali. Melainkan Belanda lebih tertarik akan mencari keuntungan dengan mengeksploitasi orang Bali.
Pada tahun 1710 terjadi pergolakan di kerajaan Bali yang di kuasai oleh kerajaan Gelgel yang berada di kabupaten Klungkung. Pergolakan ini membuat istana kerajaan Gelgel di pindahkan ke bagian utara dan bernama Semarapura. Banyak kerajaan kecil di Bali merasa tidak puas akan pemeritahan kerajaan Semarapura dan banyak kerajaan kecil yang ada di Bali ingin membuat pemerintahan sendiri, dengan memisahkan diri dari kerajaan Semarapura.
Keadaan ini dilihat oleh Belanda sebagai peluang besar untuk menguasai Bali, dengan cara memecah belah persatuan orang Bali. Suku Sasak yang ada di pulau Lombok dulu adalah bagian dari kerajaan Bali, dan pihak Belanda membuat suku Sasak Lombok untuk memisahkan diri dari kerajaan Bali dengan cara melakukan pembrontakan.
Peperangan antara pasukan kerajaan Bali yang ada di Lombok melawan suku Sasak tidak dapat di hindari. Karena kerajaan Bali sudah terpecah maka kekalahan dari suku Sasak yang memberontak tidak dapat dihindari. Pihak Belanda juga telah menguasai pulau Bali bagian utara, yang membuat kerajaan Bali di bagian selatan, hanya menunggu waktu untuk ditaklukan Belanda.

Penjajahan Belanda

Pada tahun 1904, terjadi perselisihan antara orang Bali dengan pedagang Cina, dan terjadilah pengerusakan kapal Cina di Sanur Badung. Pihak Belanda menuntut raja Badung untuk menganti rugi kerusakan dari kapal Cina tapi ditolak oleh raja Badung.
Pada tahun 1906, kapal perang Belanda mendarat di pantai Sanur dan tepatnya pada tanggal 20 September 1906 perang besar tidak dapat dihindari. Perlengkapan persenjataan dari Belanda yang lebih modern, membuat pasukan kerajaan Badung mengalami kekalahan telah. Kekalahan dalam perang kemudian ditahan oleh pihak Belanda dan di asingkan adalah hal yang memalukan bagi Raja Badung, jadi perang puputan (perang sampai mati) dilakukan oleh raja Badung. Peristiwa peperangan ini saat ini dikenal dengan nama puputan Badung.
Pihak Belanda juga menyerang kerajaan Tabanan dan kerajaan Klungkung dan perang puputan juga tidak dapat dihindari. Kerajaan yang tidak melakukan perang puputan dan menyerah adalah kerajaan Gianyar dan Kerajaan Karangasem, oleh karena itu Raja Gianyar dan Raja Karanagsem diperbolehkan oleh Belanda untuk mempertahankan kekuasaan mereka dengan syarat di bawah kendali Belanda. Dengan berakhirnya perang puputan, maka semua daerah di pulau Bali menjadi wilayah kekuasaan Belanda.
Perang puputan yang dilakukan oleh rakyat Bali, berhasil mencoreng reputasi Belanda di dunia internasional. Untuk menebus kesalahan tersebut, pihak Belanda tidak melakukan sistem tanam paksa di pulau Bali, malahan mempromosikan pulau Bali ke dunia internasional. Disinilah awal dari perkembangan pulau Bali menjadi tempat pariwisata.
Perkembangan pariwisata Bali dimulai dari banyaknya seniman aing yang memilih menetap di tempat wisata Ubud untuk menekuni bidang seni mereka. Hasil karya seni dari seniman asing yang menetap di Ubud, secara langsung mempromosikan pulau Bali sebagai tempat yang eksotis untuk dikunjungi.

Pariwisata Bali Masa Kini

Perkembangan pariwisata khususnya di Pulau dewata dan kadang orang menyebutnya sebagai pulau surga, sangat mempengaruhi sektor ekonomi. Namun perkembangan ini belum secara menyeluruh ataupun menyentuh seluruh lapisan masyarakatnya. Sampai saat ini perkembangan pariwisata di Bali lebih terkonsentrasi di wilayah Selatan, terutama di Kuta, Sanur ataupun Nusa Dua, tentunya juga karena pengaruh keberadaan Bandara Internasional Ngurah Rai yang berdekatan dengan lokasi tersebut.
Perkembangan pariwisata ini memang banyak mempengaruhi tata kehidupan orang Bali, berbagai pengaruh luar banyak masuk, dengan dibentengi oleh ajaran agama dan aturan adat yang kuat, diharapkan pengaruh negatif yang ditimbulkan bisa diminimais, banyaknya penduduk pendatang dari luar pulau yang tidak terkontrol dengan baik tentu akan membawa pengaruh yang kuran baik juga. Namun melajunya wisata Bali lebih banyak membawa imbas yang lebih baik.
Sebagai daerah pariwisata, tentunya karena Bali memiliki banyak objek wisata menarik, begitu juga dengan hasil kreasi budayanya mempunyai nilai seni tinggi, adat istiadat, tradisi unik juga keramah-tamahan penduduk setempat sehingga menambah minat wisatawan untuk mengunjungi pulau kecil ini. Pariwisata Bali berkembang dengan baik tidak hanya karena semata-mata pemandangan alam yang indah saja, tetapi juga dengan keragaman budaya, tradisi, seni, keyakinan beragama dan keramah-tamahan penduduknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s